Maunya

Hidup ini cuma permainan
Lebih lagi yang lemah

Kematian ibarat gaya
Kehidupan bagai siksaan


-------

Tak tahan kemarin ini menahan keinginanku untuk menonton sebuah film Indonesia yang menggugah berjudul "Jamila Dan Sang Presiden". Meskipun hal itu akhirnya mengaburkan ketetapan hatiku untuk belajar, ada hal yang kupetik dari sana. Soal perjuangan seorang wanita yang dijadikan pelacur oleh ayahnya sendiri. Diperdagangkan dengan alasan kemiskinan sejak bayi merah. Bagaimana ia membela adiknya dan ingin menyekolahkan adik kesayangannya itu, Fatima. Soal alasannya membunuh seorang menteri yang pernah mempermainkannya setelah menaruh jabang bayi dalam rahimnya. Sungguh luar biasa. Menontonnya tidak sia-sia.

-------

Turut beduka cita
kemarin muncul di most recent Facebook, wall Clivandi untuk Muliadi. Ayah dari mantanku meninggal dunia kemarin ini. Kurasa Facebook tak efektif, jadi kukirimkan SMS padanya. Ia bilang terima kasih dan mohon doanya. Kukuatkan lagi, bahwa ia harus lebih tegar, sebab ia juga yang perlu menguatkan ibundanya. Tanggung jawab anak sulung.

-------

Maunya, kutinggalkan dulu Facebook, MSN, Blog. Tapi kejadian-kejadian hari ini menjadi patut untuk dibagikan. Jadi, bagaimana? >,<



GEK 1519. Kembali, Prof. Bernard Tan gemar sekali mengulang bahan lecture kemarin. Dengan baiknya ia lakukan itu untuk keperluan orang-orang yang telah men-skip lecture-nya dengan alasan mayoritas : dekat dengan liburan CNY (dan dengan alasan pribadi : tidak mood). Kutemukan majalah AlumNUS di laci meja. Baru sadar kalau ada sticker EZ link dan kalender kecil. Jadinya sungguh menarik sekarang EZ link ku, hohoho~ (setidaknya dibanding warna merah saja).

"Jika orang-orang mungkin perlu membeli tiket konser dengan sejumlah nominal guna melihat idolanya langsung, aku hanya perlu makan siang di kantin Science pada jam yang tepat (seperti hari ini)"
karena aku bertemu Ng Kah Loon :)Sekitar jam 1 lewat. Datangnya dari arah S16, tentunya tak harus dari sana. Maksudku, aku cuma sekedar ingin menunjukkan arahan ia datang dari mana, ke mana.

Tugas EMCC Dance Blast hari ini : bukain pintu berat backstage.
Hahaha :D
Berapa lama kemudian Kak Hartono datang. Well, meski ia irit bicara, setidaknya ada kawan dan tak pengangguran sampai lumutan sendiri.

Os agak heran aku bisa meletakkan tas di ruang bersama anggota Blast yang lain. Katanya, "Loe ng-blend banget sama mereka." Sebab selain itu aku disuruh ambil makan juga sama President-nya dan seorang memberiku balon biru berbentuk anjing. Dengan cepat berkata, "For you", saat aku menjagai pintu itu. Tidak sempat melihat orangnya, hanya bisa respon, "Thank you"

Dalam perjalanan pulang, berpikirlah aku soal namanya. Kak Hartono bilang, "namanya? Balon." Baiklah, Bluba (Blue balloon) -.-" *saya tidak kreatif*



Wew, CCA point berapa hari ini jadi ramai dibicarakan. Aku sendiri baru buka hari ini. Mendapati angka sejumlah 21 tanpa perhormance angklung untuk NUS OH, tanpa Head Programme ICy, tanpa SANA Bazaar helper juga, dan tanpa Ass Head Programme booth Indo di In Fusion. Tapi memang untuk year 1 tidak begitu diperhitungkan juga di NUS sebab jaminannya 2 tahun, bukan 1 seperti NTU.

2 comments :

Anonymous said...

cie siapa tuh yang ngasi balloon?
eh jadi rajin ngeblog ya lu sekrang :)
ngmg2 bagus deh itu tuh yang imel fw an temen lo haha. OKE BANGET :D
tapi sayang ada yang FW THIS IF NOT YOU WILL BLAH BLAH BLAH HAHAHAHHAHAHAA zzzz -__-

shieron

Anonymous said...

btw, fotonya lucu sekaliiii :)

s.