Ada Apa Ini?
Kudapati diriku tak bernyawa lagi. Tubuh menggigil, bibir kaku, rusuk ngilu. Oksigen tak mengalir ke otaknya. Emosinya tak mau diajak kompromi.
Cukup titik terang, usai kekasih adikku tak diterima di Sanur maupun Tere, adikku mantap masuk CC. Jadi, itu alasannya? Kurasa pacaran harusnya tak menghambat -.-"
Lalu, ada apa denganku? Tak tahu, tak mengerti. Sindrome sakit ini tak berhenti. Betah sekali rasanya menggelayut. Sebal. Tubuhku jadi lebih mudah kerasa dingin, tapi sendirinya hangat. Isi kepalaku ini cuma muram, cuma benang pikiran yang kusut tanpa jelas arah dan isinya. Kacau. Pelajaranku juga rasanya tak ada yang beres. Semua berantakan. Deadline bersahut-sahutan. Dan sekarang? aku menyibukkan diri sendiri dengan menulis. Pura-pura lupa. Hhh. Aku lelah rasanya. Penat. Kepenuhan. Aku merasa payah. Terlalu cepat ke tahap ini lagi. Tapi mau bagaimana? Aku merasa bukan apa-apa, tidak bisa meng-handle ini semua.
Bagusnya, ketika aku menulis ini semua, aku sadar aku salah. Aku keburu men-judge apa-apa terlalu cepat. Jadi mudah patah semangat, dan bukannya membangun mind set ku ke hal-hal yang lebih positif. Dipelajarilah hal-hal demikian dari seorang baik juga bijaksana, yang kuanggap sebagai malaikatku.
Buruknya, atas pemikiran tersebutlah, dihantarkannya aku kepada yang namanya kerinduan. Bicaraku pun kini meracau. Ah, aku merindukan banyak hal. Ingin kembali ke masa-masa bahagia dan di puncaknya. Di sini aku merasa tak diperhitungkan.
Tapi lebih lagi. Kubalikkan teorema-teoremaku. Aku paham apa isi hatiku. Aku rindukan kekasihku. Sudah lama kami tak berhubungan. Lama sekali. Beda rasanya. Semester lalu, aku tak rasa apa-apa. Masih berjalan begitu saja. Kangen. Tentang suaranya yang ekspresif itu. Tentang bagaimana ia ngambek dan memarahiku. Karena peduli. Rindu candanya. Rindu tawanya. Minus ketika ia sensi tentu saja. Sekali mungkin tak apa, asal langsung sembuh. Rindu rupanya, ah, ternyata itu. Rindu menyabotase! Ke manakah kamu?
0 comments :
Post a Comment