Kosong

Seonggok kematian di depan mata
Tidak ada yang ditunggunya selain aku
Si penyebab pembunuhan hingga hati tawar
Pecah sudah berkeping menjadi serpihan kaca
Keadaan yang porak poranda
Kalau orang mau diperhatikan
Kupinta tidak dipedulikan sekarang ini
Sebab semakin banyak benci akan kunikmati
Sebagai pembalasan atas segalanya
Karena semua yang kuperbuat menjadi dalang
Bagi keremukan sebuah ketenangan
Bagi kepanikan sebuah kenyamanan
Aku tidak punya tempat di kerajaan ketulusan
Tidak berhak atas sebuah kasih sayang
Dan kini aku ingin menyiksa diriku sendiri
Yang sudah tergesa-gesa lalu bermain api
Yang mendatangkan hujan air mata bersama mendung murung
Yang memancing badai emosi dengan berucap
Sampai sekarang tak ada rumah untuk berteduh
Gelandangan di tengah badai
Sombong menolak tawaran penginapan
Hai, dunia
Kenapa aku seolah-olah mempermainkan dia?
Lalu akan kutanya lagi padamu
Kenapa ada cinta?
Bagi malaikat sebaiknya yang tak kenal dosa
Namun juga bagi si perampok ini yang nista

Aku hilang arah
Kaki butuh melangkah
Kepala perlu merebah
Harus pergi berlari kemanakah?
Perlukah?

-seorang yang begitu egois-

2 comments :

Anonymous said...

mungkin kamu perlu mencari Tuhan?

Pujangga Edan said...

sudah :)