Penulis Yang Pemalu
Diam-diam kuperhatikan gelagatnya tiap malam
Bicara tanpa henti dengan pemikiran tiada batas
Sembunyi-sembunyi kutunggu senyumannya tiap bertemu
Tapi hanya acuh serasa biasa diberikan kepadaku
Nampaknya ini karma, karena ini cinta
Bersarangnya membuat hati konyol gelisah
Menghapusnya membikin diri sakit mendusta
Miris
Ironis
Cuma manis
Ia, orang yang pertama kali menyulut emosiku sampai harus kudiamkan beberapa hari
Ia juga yang pertama kali kurasakan memberikan perhatiannya padaku
Ia lagi yang pertama kali memojokkanku dengan nama almamaterku, kurasa
Ia sekarang malah jadi orang yang paling kusayang
Jadi jika tangisku pernah jatuh oleh membayangkanmu,
Atau cemburu yang bermuara kepada kecewa serta marahku
Terhiburlah kemudian setiap dirimu kembali bisa tenang
Dan janganlah dibilang berlebihan kalau kau menjadi alasan
Penantian tidak pernah tidak memberi jawaban
Perjuangan tidak pernah tidak memberi hasil
Rasa sayang tidak pernah tidak memberi kebahagiaan
Aku cinta padamu,
Penulis yang pemalu
*******
Kamu jangan terlalu baik padaku, nanti aku sulit membalasnya
Sudah kukatakan berapa kali padanya
Tapi ia tetap bersikukuh,
Tak mau mendengar,
terus saja mengeyel
...
untuk sayang padaku
0 comments :
Post a Comment