DotA VS Wanita

Enggan mencari tulisan berjudul "PERS"-ku yang tak urung usai jua. Berlandaskan "ide kamar mandi". Dilengkapi pembicaraan di depan mukaku saat makan siang dengan Felic, Kak Praj, dan Raymond (ada Aldrian juga belakangan, namun yang terus bicara soal DotA itu ya dua orang yang namanya kusebut di depan). Membawaku pada tulisan ini.

Ironi, Nita bilang, ia jadi membuat pelajarannya terbengkalai karena keasyikan cari uang. Ya, ia toh sudah jadi guru intrakulikuler tatting di Sanur, hebat sekali. Audra sudah jadi TA di college-nya. Aku? Masih berkutat dengan nilai berantakan di kampus ini dan belum jadi siapa-siapa, belum bikin apa-apa. Kalau sahabatku bisa hasilkan uang dari hobinya, aku cuma hasilkan tulisan-tulisan cetek sebagai pelampiasan emo-ku, pikiranku, dan perasaanku. Huff...

"Di balik pria hebat, selalu ada wanita hebat."

Siapa itu?
Pak Harto - Bu Tien
Siapa lagi?
Tidak tahu, memoriku tidak cukup kuat, tapi bukankah memang begitu?

Jelas, bukan itu yang kubahas secara mendalam. Aku hanya semata-mata tertarik pada ketangguhan seorang temanku yang sekarang tengah kuliah di kampus Bandung sana. Kuat dan tegar. Kurasa itu yang pantas untuknya. Sabar juga. Baiklah, harus kuakui, hal itu jika tak boleh - karena emosiku - kukatakan ia "dibodohi perasaannya". Yang kata Felic mendengarnya, "Cinta memang buta". Ah, menonton "I Love You, Om" tidak kalian? "Cinta memang buta, tapi kita harus punya mata."

Bukan wewenangku membicarakan detil perkara di sini. Aku hanya akan mengangkat isu nya secara umum saja.

Ada yang dinamakan sebagai kesalahpahaman dalam hubungan. Itu bisa dikategorikan biasa, agaknya. Solusinya? Bicara empat mata. Plus kepala dingin. Minus kekerasan. Aku seorang yang cukup menyukai debat sengit. Tapi bukan adu hantam. Hal yang harus digarisbawahi adalah tidak semua yang kita lihat adalah yang sebenarnya terjadi. Pemahamanan manusia itu akan selalu dipenuhi oleh lubang di sana-sini, retak dan keropos yang bikin implementasinya juga bisa berantakan. Bahkan meski ketika kita merasa sudah tahu semuanya, selalu ada saja sudut persepsi serta perspektif yang memainkan pola pikir kita. Menjungkirbalikkannya. Karena manusia pada dasarnya mengambil keputusan berdasar pada pengetahuannya, minimal, yang ia yakini, salah langkah jadi lumrah.

Konyol rasanya, jika seorang yang dituduh berselingkuh, sampai perlu di-hack FB-nya, dikorek informasi ini-itu soal si "pihak ketiga" sampai diajak bicara, dan sebagainya. Padahal kenyataannya tidak ada apa-apa. Baiklah, mungkin, kacamataku semu. Berpihak pada satu sisi. Lagi-lagi, pendirianku tak disokong pemahaman yang menyeluruh. Namun kurasa kalian tak bisa juga menolerir tindak kekerasan bukan? Lebih lagi, pada wanita. Yang dipukul tepat di wajahnya oleh seorang lelaki yang masih bisa mengaku kekasihnya. *Eh, kalo baru pacaran aja loe bisa gitu. Apa lagi kalo dah nikah? Sinting!*

Lalu yang mendorongku menulis ini? Rasa kagumku. Temanku masih bisa bilang, "Masih sayang sama dia, Mai". Ia masih bisa menyebut orang (atau harus kusebut "makhluk"?) dengan "kak". Masih menghargai dan menghormati. Ia masih sempat-sempatnya begitu pada orang yang mati-matian mencercanya di halaman web konsumsi publik, yang melukai hatinya, yang menyakiti fisiknya. Apa itu cinta tulus? Apa itu cinta buta? Aku tak mau mengkategorikannya. Aku dengan gamblang bisa bilang, "Gue gak tahu loe bodoh ato apa", tapi aku memilih untuk kehabisan kata-kata dan menyelesaikan kekosonganku dengan, "Gue salut sama loe, kalo gue jadi loe seh udah..."

Kamu tangguh, Temanku! Bangkitlah. Kamu pantas untuk dapatkan yang lebih dan lebih lagi dari dia. Hidupmu terlalu berharga. Kamu terlalu baik!

*******

"Daripada aku cuekin kamu gara-gara DotA, mendingan aku putusin kamu aja."-Seorang cowok gak tau diri yang bicara pada sahabatku, 2.5 atau 3 tahun lalu.

"...Abis DotA-nya udah ngebet banget minta dikawinin sama *nama cowoknya sahabat gw*. Aku juga gak bisa larang. Terus aku jadi belajar main juga deh..."-cuplikan convo MSN bersama sahabat-sahabat geng gue.

If a guy replies your message while he is playing dota, he really loves you - salah satu page di FB

Baiklah, aku tidak akan dan tidak mau menghakimi orang-orang yang memang sudah (atau akan) kecanduan DotA. Maksudku, sungguh, ada banyak hal yang bisa bikin orang kecanduan. Rokok, kopi, alkohol, ya sampai hal ini juga, game, lebih spesifiknya, DotA. Namun entah mengapa, aku kurang bisa mentolerir orang-orang yang tahap kecanduannya entah di level berapa. Hingga memperbandingkan makhluk hidup (baca : pacarnya sendiri) dengan game. Oh, Tuhan. Kalo putus, pernah gak sih dibayangin sakitnya kayak apa? Ketimbang game yang-ya-ampun-kalo-kalah-sih-kesel-tapi-kan-bisa-main-lagi. Fine, mungkin argumen lainnya, ya-elah-pacaran-putus-juga-bisa-cari-lagi. Eh, tapi tolong ya, perasaan orang kalo udah ancur ya gimana perbaikin seperti sedia kala? "Tapi lukanya, membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu lagi."-From Bandung With Love

Dan barusan saja, di kantin, aku yang seperti orang bodoh mendengarkan dua cowok ngomongin DotA, orang-orang yang jago main DotA, tak-tik plus senjata main DotA *berasa aku tidak ada di sana* melihat antusiasme tingkat tinggi dari mereka pada topik tersebut. Luar biasa.

Segala sesuatu itu baik adanya jika tidak dilakukan secara berlebihan.
Jadi, tolonglah, pikirkan dua kali kalau mau nyakitin hati orang gara-gara DotA.
Pandanglah itu sebagai hiburan kalian, bermain.
Bukan ibarat ganja bagi seorang pecandu.
Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Pepatah klasik memang,
"Seorang akan merasa sesuatu hal sungguh berharga jika sudah kehilangannya."
Tapi sungguh-sungguh kentara, kerasa.

Kamu bisa sayang DotA.
DotA bisa ga sayang kamu???

Maaf kalau kurang diuraikan *mencoba mengganti kata "elaborate". Gak ada maksud apa-apa, hanya menuliskan ironi atas kasus-kasus ekstrem. TOLONG, jangan tersinggung :)

*******

"Liburan les mengarang gih"
Jawab : kuraj, gue mo jadi penulis yang bicara soal kebenaran. Bukan fiksi.

Terima kasih pada Kak Tjokro yang telah memberi tahu bagaimana menulis DotA yang benar. XD

Apresiasi khusus kepada Kak Aldo dan Nico yang (menurut beberapa orang yang main DotA) selalu membalas SMS serta mengangkat telepon dari pacarnya.

Aku ingin punya cowok yang bisa begitu juga. *syukur-syukur gak main DotA mungkin, hahaha :D*

*******

"Eh, kalo kamu lebih sayang sama DotA kamu. Putusin aja aku. Pacaran sana sama DotA, si cewek milik bersama."

LOL

13 comments :

Andrew Santoso said...

Wah, yang pada demen dota harus baca nih

Pujangga Edan said...

hahaha :D emang, Drew..
eh, btw, FYI, yg ngmg it ("drpd ak cuekin km mendingan ak putusin km") anak CC loh, lalala~
anak seangkatan loe..
>,<

Anonymous said...

Hmmm, judulnya menarik sekali nih. Berhubung gw main dota jd gw mungkin milih dota, toh gw juga blom ada komitmen itu hahahaa (happy to be single :D)

Turut prihatin sama tmn lu... moga2 org sebaik dy (wow, sampe belajar main game amat-sangat-ga-beginner-friendly ini) bs dpt yg lebih baik ya.

Tentang dota yg dijadiin "alasan", gw rasa cowonya emg dr dasarnya ga bener2 sayang sama dia, atau punya alasan lain yg ga bs diceritain & jadilah dota yg dikambinghitamkan. Seperti yg udah lu liat, masih banyak cowo yg dota-addict tp masih baik2 aja sama cewenya (kbetulan kemaren abis liat Martin chat sm si dia, gw percaya mereka bisa awet2 lol).

And... pengalaman gw main dota, gw ga akan menyesal udah pilih ini. Well, mungkin ini game yg paling menyita waktu gw, tp fun & bonding yg gw dpt worth it la.

Thanks buat opininya, so refreshing bs denger pikiran dr non-dota. Gw ngerti kok perasaan ngeblur pas temen2 ngomongin dota (gw ga terlahir sebagai pemain dota=p). Maklumilah kami >.<
Sekian dr gw, good luck Mai buat exam terakhirnya bsk!!!
-jk-

Pujangga Edan said...

dpt yg lbh baik? it dua org yg berbeda..
yg bel main, msh jalan kog smpe sekarang.. Kasusnya lbh k arah "kesibukan" mgkn kl yg it..

iya2, gpp kog main, kl bisa baik2..

hohoho~ msh inget..
yup2, makasih yup!
:)

Anonymous said...

timo ne mai..
maklum..
ga punya blog, jadi anonim aja balas nya..
memang, dota itw bisa membuat "kecanduan", tapi g adil rasa nya kalo emang spesifik bgt..
smua game juga buat kecanduan..
bagi gw seh bukan dota, tapi WE/PES..
pas maen dota juga, misal nya si dia bakal msn gw, gw bakal balas ( as long as gw notice, while playing dota is in full screen, so, less likely will notice, hahaha)
kalo maen WE/PES seh, bakal balas sms lah kalo gw emang cuma maen sendiri, tapi kalo lagi maen ama teman ya, so sorry, have to ignore u for a while, I also need time to play with my friend..
sebenar nya seh ini tergantung pribadi masing2, apakah mreka memang menganggap main game itw nomor 1 dibandingin cewek mreka ato ga..
mungkin mreka emang ngerasa, ah, ini kan waktu maen gw, g mw diganggu donk..
tapi kalo tiap kali kek gitu seh, kasian cewek nya..
jadi harus pinter2 bagi waktu aja..
hehehe

Pujangga Edan said...

Hi, Timo, thx dah mampir n ngasih opini..
yup2, perlu digaris bawahi bgt th, "tapi kalo tiap kali kek gitu seh, kasian cewek nya..
jadi harus pinter2 bagi waktu aja.."
gw jg mikir kog kyk misalnya kl ce lg brg2 tmnnya.. Pasti heboh sndr n ada masanya di mana si cowok semacam "dikacangin".. tp ya balik lg, "kl tiap kali gt seh, ksiannn"...
hohoho~
thx bt point nya ;)

Anonymous said...

salahkan perkembangan teknologi, jgn salahin orgnya atau dotanya!

dulu org2 komunikasi pake ngobrol face to face atau kirim surat..ga kirim surat tiap bbrp detik kan? lebih bermakna, lebih fokus ga bentar2 tiap menit alt tab buat ngecek FB atau twitter.. bljr aja jadi ga konsen..

klo skrg, bntar2 webcam, bntar2 sms, bntar2 nudge msn, bntar2 status update.. ga ada privacy, ga ada toleransi, ga ada batasan lagi.. org2 dituntut 24jam shari harus contactable.. pacaran ga balas sms, lsg ngambek, telp ga diangkat lsg marah.. ga ada trust terhadap pasangan, yg ada cm paranoia dan stalker2.. ga cm pacaran, org tua dan anak, teman dan teman, boss dan anak buah.. hubungan interpersonal skrg dilandasi kekuatiran dan suspicion , bukan lagi kepercayaan..

Pujangga Edan said...

halo, salam kenal.. ini siapa ya?
"org2 dituntut 24jam shari harus contactable.."
ermm.. g ada yg nuntut jg seh..
tmn gw ada yg puasa FB..
MSN g nyala, msh ok2 aja kog..
g ansos.. hohoho~

masa' blame ke perkembangan teknologi?
kl g ada perkembangan teknologi, ya g bisa bantuin jg dx.. misalnya sourcing, nulis (as in, ngetik), dkk.. Rice cooker it jg perkembangan teknologi, hahaha :D *ngaco mode : on*
sebenernya perkembangan teknologi ya fine2 aja, as long as individunya it yg bisa ngontrol..

yg dikasih akal budi sm hati nurani sm Tuhan kn manusia, bkn teknologi :)

thx dah mampir ya^^
GBU

Anonymous said...

hey yah dear - i love your quote yang : if he reply your message while he is playing dota- he must be love really you :D

anyway blog mu makin bagus neng

s.

Anonymous said...

nyumbang 1 pasangan
tony stark - pepper pots
*maap kalo nama ceweknya salah*

-orang yang lagi bosen-

Anonymous said...

Memang saatnya saia pensiun dari DotA...

Anonymous said...

Bagus banget blogny...jg ada tmn yg pny cowo suka maen game..sampe keselny dy mencak2 di FB...hahaha... dy pernah blg bgini"aku sering mengkhayal yg jdi saingan aku t wanita cantik nan seksi dripada game online itu" ironis sx..hahahaha...
four thumbs up!
mgkn bisa diterbitkan ke novel ato apa gt..hahaha :)

Pujangga Edan said...

@ S : it bkn quote gw, it group d FB gt..
@ org yg lg bosen : gw pgn ksh cth na Indo..
@ anonymous 1 : biar dpt ce kah?! hehehe :D
@ anonymous 2: LOL, ironis abisss.. ksian jd th ce >,< smogaaa co gw g gt, lol.. Thx bgt commentnya.. Tadinya gw mikir u/ mo restrict pembaca gt, tp abis bc koment loe, kykna plu gw pikir ulang hal tsb, hehehe :D