Blushing :")
Entah apa yang merasuki tubuhku ini. Aliran darahnya jadi berlomba dengan suka hati ke wajahku. Bermain di sana dan memerah madamkan warnanya. Hangat kurasakan pipiku. Beradu dengan suhu udara kala itu. Padahal Ng Kah Loon seorang yang kulihat. Ah, kudapati sekarang, kekagumanku padanya sudah naik tingkat. >,<
Jadi begini, selepas hari yang tak kuingat jelas kapan, kusimpulkan bahwa sekitar jam 1 siang, ia suka mampir ke kantin Science. Cukup melegakan melihat wajahnya, lebih tepat lagi, menyenangkan melihat dirinya. Hari ini, aku belajar di Science dari jam 10 untuk mid Econs. Tujuannya supaya tidak ketiduran di PGP, belajar lebih efektif, tapi juga, sekalian melihatnya. Hahaha :D *konyol* Yori menghampiri seorang Indonesia. Begitu kembali, kukatakan *atau setengah teriak* ia sudah melewati suatu moment, Ng Kah Loon baru saja lewat. Memang dasar kurang kerjaan dan nekat luar biasa, dihampirinya Ng Kah Loon. Dan tak tahu pakai tak-tik apa. Sewaktu NKL akan kembali. Ia menoleh menyahuti teguran Yori. Bagian paling pentingnya yaitu : SEMBARI MELAYANGKAN SENYUMNYA YANG MANIS. Ia melihat Yori, ia melihatKU. Kusadari ku tersenyum. Dalam. Sudah kuramalkan sebelumnya aku bisa salting kalau seniorku yang satu itu sungguh-sungguh menjalankan ide gila yang sempat ia lontarkan sebelumnya, "Mana NKL? Ntar kalo dy dateng, gw ajakin makan bareng deh." Selang beberapa detik. Kurasakan cuaca memanas, sudah siang. Namun, oh, ternyata tidak! Celetuk Yori, "Muka loe uda jadi merah, Mai."
*******
CCA points aja di-bell curve. Ckckck, NUS, NUS
Belakangan ini sedang marak dibicarakan soal CCA points. Pasalnya, OSA (Office of Student Affairs) dan IRC (Int'l Relations Committee) sedang membenahi teknik pemberian CCA point. Penurunan kategorial CCA kemudian dibuat perbandingan 3:4:3 masing-masing untuk major : intermediate : minor. Alhasil, beberapa CCA terpaksa turun pangkat, PINUS tidak lepas terkena imbasnya *bagaimana tidak, event sekelas In Fusion saja kena*. Beberapa kegiatan bahkan harus menelan pahit sebab tak masuk perhitungan point. Tidak akan kuperdalam lagi hal ini. Keperluannya hanya untuk menggambarkan rumitnya birokrasi di NUS. Mau kuliah, tinggal, CCA saja serba di-bell curve. Hhh :( melelahkan...
"Say, muka kamu kog kayak keliatan lelah gitu di foto. Aku kalo liat anak-anak NTU sama NUS di fotonya gitu, pasti kayak capek gitu."-Christofer Andrew
Dan CCA points-ku pun hanya 37
*******
Selasa lalu ada malam apresiasi untuk orang-orang yang turut terlibat meyukseskan In Fusion. Aku ikut di dalamnya, porsi kecil, ass programme booth Indonesia. Token appreciation berupa tali HP bertuliskan In Fusion warna-warni dan sejumlah kaos hijau neon In Fusion bagi yang beruntung. Hahaha :D
Sebelum ke PGP (acara In Fusion itu), Yori ng-crash lecture ST2131. Para freshie terheran ada anak Engin Science nyasar di sana. Mulailah bercanda dengan iseng berkata kalau ia turut mengambil module itu. Dengan tampang polosku dan nada suara setengah serius, mereka separuh hati percaya. Yori pun dengan cari perkaranya ikut memberi nada menyetujui. Lalu sejak itu. Tidak lagi dipercaya dia. Aku disalahkan. Padahal menurutku, dari sebelum-sebelumnya juga ia memang sudah tak ada wibawa untuk dipercaya, lol
Pesan (tak ber)moral : jika ingin dipercaya dan tidak disalahkan, Anda harus punya wajah yang menipu, hahaha :D
*******
Singapura, NUS maksudku, nampaknya tak lagi bisa mengibarkan bendera kecepatan internet yang diagungkan seperti tahun lalu, untuk pertama kalinya, kuinjakkan kakiku di sini. Belakangan internet melambat. Perlu waktu buffering, ada waktu loading bahkan untuk Youtube. Lebih lagi, aku tak bisa mendengarkan radio dengan tenang -.-" Huh
*******
Beberapa hari lalu sewaktu chat dengan adik bungsuku, yang paling sayang padaku, paling sok tua dan mengalahkanku dalam berdebat - mengingatkan tidak minum alkohol, Michael, disampaikan kalau mama bermimpi kalau aku hamil. Penasaran, ku-google apa maknanya. Soal hal yang diinginkan dan sebentar lagi tercapai katanya. Tak tahu menahu jadinya, jatuh padaku atau ibuku tentang harapan itu. Yang jelas, yang kuinginkan sungguh-sungguh adalah menerbitkan buku. Belum lagi dalam salah satu siaran iRadio, aku mengetahui bahwa ada orang yang karena kekagumannya pada Band Peterpan, khususnya Ariel, menerbitkan buku yang membahas tentang lirik lagu mereka. Alasannya sama seperti aku mengagumi band yang sama. Seperti aku mengagumi keluwesan Ariel menulis lirik lagu dan mengomposisikannya jadi sebuah lagu indah penuh makna dalam iringan nada-nada harmonis. Kalimat si pengarang itu kuingat jelas, ia bilang, ia ingin bagikan pada orang apa yang ia pikirkan, mau beri tahu orang apa yang ia rasakan. Ternyata serupa. Lalu, kapan aku? :)
0 comments :
Post a Comment