Sendiri

Bukankah penantian akan bertemu pada kesanggupan?
Apakah ia datang jika diinginkan?
Dalam malam aku bertanya apakah guna sebenarnya
Untukmu kah kuperkenalkan pada Dia yang kui nato
Untukku kah kaumenarikku untuk melupakan-Nya
Aku tidak mau berlari dan tidak mau pergi
Tidak bisa kukatakan jujur pada dirimu hingga kini
Tentang siapa yang kupilih, akan apa yang kumiliki
Sejujurnya aku benci untuk menjilat ludah sendiri
Sebenarnya aku takut kau tersakiti saat aku dimarahi
Sekalap-kalapnya diri ini, tak bisa kata terucap dari bibirku
Sesedih dan ragunya hati ini, aku ragu membagikannya padamu
Dalam gelap kubawa pikiranku itu untuk terlelap
Kutenangkan ia dalam kepahitan dan kesendirian
Mungkin terlalu dini aku memuji menarik kesimpulan
Barangkali terlalu mudah aku terbutakan dan membandingkan
Hari ini aku merasa sendiri, terasing dan terlupakan
Tanpa bisa berkata tidak karena sungkan yang kelewatan
Hingar bingar seperti di pasar
Demikian juga dengan isi hatiku
Mungkin aku kelu karena katanya cuma sejenak
Mungkin aku pilu sebab lakon yang berseberangan nilai
Mungkin aku ragu oleh yang diingatkan sesama yang percaya
Untuk menimbang apakah sungguh ini jalannya
Supaya diyakinkan perbedaan keinginan dan kebutuhan
Agar paham bedanya suara hati atau khilafnya diri
Dan di saat ini aku tersesat
Terhambat untuk bergerak lagi
Menikmati hal yang momentary
Sekejap aku pergi diajak berlari dan lupa diri
Terkacaukan oleh jiwa-jiwa yang murni
Sejenak aku dibangunkan dari mimpi
Ditinggalkan sendiri, lagi

0 comments :