Padam

Cahaya lilin tegar itu akhirnya berhenti berpendar
Keberaniannya padam dihujam angin bertubi-tubi
Bau sumbu minyak tanah kini berkelekar
Mengisi kegelapan yang akan bertahan semusim ini

Setelah ini jalan akan mati beku
Orang-orang akan tertunduk malu

Sesungguhnya kita tak bisa memaksa maju bersama
Jika mereka masih terlena pada nostalgia
Serta harumnya janji manis semata

Kekosongan kini membalut seluruh jiwa
Menatap keluar jendela tanpa segenggam niat saja
Beginikah orang hilang arah?
Pedihnya terlihat jelas di layar kaca

Mungkin setelah ini sang lilin akan menangis
Dan cairan lilin panasnya akan mengamuk
Membakar orang-orang yang hendak mengganggu

Keyakinan hilang serentak di dalam dada
Kepercayaan tak berani ditunjukkan pada negara
Kepulangan seakan terbuang percuma
Karena dengan mudah menyepelekan kekuatan kata-kata

Maka bolehlah kali ini kita simpulkan
Perbuatan kalah besar dibanding perbincangan
Bahwa kadang kesalahpahaman membutakan kata hati
Sedangkan kesamaan menghipnotis rombongan besar
Sampai yang air di daun talas
Terdengar sopan dan berpendirian

Sungguh
Hatiku padamu kini hilang
Padam...bersama cahaya lilin itu

0 comments :