Ke Mana?

Kepada angin yang berhembus
Ia bertanya dengan pikirannya yang menari
Bersama hangatnya sinar mentari
Mengalirlah darah karena degup jantungnya
Yang terpacu bagai melodi
Mengiringi irama pikirannya yang tak pasti
Di bawah bayang-bayang pepohonan rindang
Juga alunan kicauan burung yang berkumandang
Orang-orang lalu lalang
Namun dirinya tak hendak pulang
Perlukah ia menyeret hatinya kembali ke jalan yang benar
Yang dikatakan rasional dan disponsori logika
Yang seharusnya tak bertentangan dengan rasa
Andai saja nuraninya dengan benar bersuara
Di manakah ia?
Hendak ke mana ia?
Bukankah seharusnya semua sudah terencana?
Lalu ke mana itu semua?

0 comments :