Ngapain Ajaaa~
Min Hau Ong says (4:11 PM)
what have u been writing these days?
Since ini liburan dan mungkin ditambah lagi since ini di Indo, gue banyak denger pertanyaan semacam ini :
Udah ngapain aja di Indo?
Gimana liburannya?
Udah ke mana aja?
dsj (dan sejenisnya)
dan gue, gue, pengen banget jawab something yang bisa gue banggakan, yang berguna, yang menyenangkan, dan bermanfaat. Dengan jawaban yang mantep dan tegas. It has been a long time (gue lebay, several days lah) since gue bilang pada diri gue sendiri kalau gue akan menghabiskan liburan gue dengan menulis. Dua bulan yang gue harapkan bisa menghantar gue ke perubahan besar dalam hidup. (AMIN)
But seriously, pertanyaan dari temen gue via MSN di atas itu, bikin gue terhentak dan bertanya sendiri. Errr...iya, apa ya?
List kerjaan :
bangun.mandi.makan.nonton.inet.jawabin pertanyaan adek.jailin adek.hahahihi ga jelas.dengerin lagu.nemenin nyokap.ke Gereja.OMG apa lagi yaaa~
(jadi merasa tidak berguna)
*sigh*
-------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini result keluar. Seperti halnya gue punya sindrom ga tidur (ato minimal tidur kurang dari 3 jam) sebelum naik pesawat, gue punya sindrom mimpiin angka CAP sebelum result keluar. Tapi so random LOL
well, nilai gue emang ga pernah bagus dari pertama kali gue kenal sama yang namanya CAP. Tapi at least kali ini ga turun. Huah, thanks God bgt2 :)
-------------------------------------------------------------------------------------
Selama di Indo, pastinya ada film-film di TV yang gue tonton. So far, gue merasa kog kayaknya penuh drama ya. Mulai dari drama Korea yang ditonton nyokap gue (ya iyalah, namanya juga film drama), Master Chef (kalo di akhir acara ada dibilang gini, "Anda baru saja menyaksikan kompetisi memasak yang penuh drama. Actually hal ini bikin gue bertanya-tanya, yang dijual itu kompetisi masaknya atau acara orang dihina-hinanya?), sampai acara World Record yang ada acara orang lentur kayang-kayang di depan penyanyi (sumpah, off banget rasanya).
Tapi sebenernya ada juga yang lebih bener. hohoho~
gue ada nonton "Sendal Butut" di SCTV. Ceritanya tentang seorang muslim taat yang jualan layang-layang, ibunya asam urat, keluarganya miskin dan karena kesalahpahaman dituduh maling sendal butut dari seorang anggota DPRD. Anggota DPRD ini juga seorang haji yang suka ngasih ceramah di masjid yang suka kecolongan sendal gitu. Ditambah lagi ceritanya di anggota DPRD ini sungguh menjunjung hukum n bla3. Jadi meski warga udah yakin kalau si Muslim ini ga bersalah n pak haji nya diminta untuk cabut tuntutannya, dia bilang dia ga berwenang. (stau gue seh padahal berwenang, karena dia pihak yang dirugikan.) Cerita itu berakhir dengan terbongkarnya fakta bahwa ternyata anaknya pak haji sendiri yang suka nyolong sendal, soalnya kleptomania.
Ada juga acara yang namanya Ngulik. Well, gue ga ngikutin seh, pas gue tonton pokoknya ada dikasih liat anak 16 tahun ga sekolah, udah 7 bulan jualan dapet 700 ribu dan duitnya itu disimpen di boss nya katanya. Orang tua nya di kampung. Dan dia jualan di Jakarta ini buat beliin adeknya motor, padahal adeknya baru kelas 1 SMP juga. Yang bawa acara Ngulik ini terus bantu dia jualan kerupuk 2000 perak dan cerita ke orang di bus yang udah beli (terus jadi tambah banyak deh yang beli). Gue sendiri ga tau mau ngomong apa. In e sense, ksian ya ksian, tapi kog ada g make sense nya juga gitu. Misalnya, kenapa dia kerja buat beliin adeknya motor? bukan buat adeknya nyambung sekolah.
Kalo ceritanya tentang ibu-ibu tua (atau malah nenek-nenek?) mungut beras tumpah di pasar demi nyambung hidup, baru deh gue bisa purely kasian. Makanya gue bersyukur banget keluarga gue ngajarin kalau makan mesti bersih, mesti abis, karena di luar sana banyak orang ga bisa makan. (jadi sadar diri)
acara Indo yang banyak beredar : melow-dramatis, horror porn, ga jelas
-------------------------------------------------------------------------------------
Dulu, gue ga suka sama bokap gue. Gampangnya, gue ga akur sama bokap gue. Itu juga jadi salah satu alasan kenapa gue pengen kuliah di LUAR Jakarta. Biar gue ga usah tinggal di rumah gue yang sekarang. Salah satu hal yang gue ga suka adalah dampak dari kekolotannya. Gue merasa adek gue yang cowok dan cucu dalem lebih diperlakukan istimewa. Dia merasa sebagai suami, istri itu harus melayani. Sedangkan pendidikan gue yang modern memperkenalkan gue ke kenyataan bahwa sekarang istri ga mesti senantiasa ngelayanin suami, istri ga pernah sama kayak pembantu. Sebagai contoh, bokap gue menganggap kalau dia makan, nyokap mesti inisiatif ambil minum buat dia tanpa disuruh. Dan kalau nggak, hal kayak gitu aja bisa bikin suaranya naik dan beneran mengganggu. Ga berapa waktu lalu, akhirnya gue mengulang pernyataan dan keyakinan gue. Di depan semua anggota keluarga gue. Adek-adek gue juga ada di situ. Gue ga bermaksud membela nyokap gue, gue cuma mengeluarkan opini gue yang gue rasa sah-sah saja. Gue bilang, "Ya kenapa harus diambilin? Kayak ga bisa ngambil sendiri."
Bokap membalas, "Istri." Gue jawab lagi, "Yesi juga bapaknya kalau mau minum kopi, bukan mamanya yang bikin." Disaut lagi, "Dia kan punya pembantu." Sahutku, "Kagak. Bapaknya bikin sendiri. Bedanya mereka didikan modern. Istri yang mesti nglayanin suami itu cuma ada di dunia kolot sama muslim." Adik-adikku semua ikut sesuara denganku. Bahkan salah satu di antara mereka ada bilang, "Berarti papa inijen."
Tapi setelah kuliah di luar dan ga tinggal di rumah, gue merasa bokap mulai melunak ke gue. Gue juga merasa mungkin kalau gue ga dicambuk, ga akan kayak gini jadinya. Tapi juga, apa yang diterima oleh adik laki-laki pertama gue itu yang sekarang mulai nampak hasilnya. Sekarang, gue mulai ga suka sama adek gue. Kerjaannya cuma main game, minta duit kalau mau jalan, makan, tidur. Seriously, gue ga tahu apa yang dia benar-benar kerjakan. Diajak ke Gereja ga mau dan dia bilang "Baca Alkitab itu ga penting." Nilai berantakan. Kalau disuruh kerjaannya marah-marah. Serasa yang punya rumah. Aku benci dengan orang semacam itu. Dan orang tua ku pun rasanya sudah angkat tangan menanganinya.
Dan aku benci kalau ada orang luar mencoba mengintervensi
Kalau mereka mulai pendapatnya yang tak jauh dari opini berteori
Jika mereka mulai menatapku seolah aku melebihkan yang terjadi
Seandainya mereka mulai bilang kalau aku tak selayaknya begini
Lalu mereka menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan sampai aku terjejali
Terus terus dan kembali kembali
Berulang kali
Kemudian akan kukatakan sendiri
Tahu apa kalian soal keluarga ini?
(jadi tak akan aku izinkan orang berkomentar di sini)
-------------------------------------------------------------------------------------
List movie yang masih mau ditonton : 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Batas, Purple Love, Pupus