Liburan (2)
Yeah, sekarang sudah penghujung bulan Juni. *Hoeks, dramatis sekali bahasaku* Intinya “liburanku” sebentar lagi akan berakhir. Sebab di awal Juli, aku akan kembali ke negeri orang itu. Ya, yang lambat laun kutambahi kata “pulang” ke depannya: “Pulang ke Singapur”. Sedangkan untuk tanah airku sendiri, kukatakan dengan “balik”, “Balik Indo”.
Liburan Bukan Liburan.
Entah kenapa, jika kata liburan kudengar, yang terlintas adalah masa-masa bersantai. Maka, bolehlah kusebutkan liburanku ini tak sempurna. Kali ini aku sendiri menyadari bahwa aku terlalu banyak terlibat dalam komitmen ini itu. Sebelum-sebelumnya, orang-orang justru yang mengatai aku sibuk, dan aku tak merasa. Sekarang yang terjadi mungkin sebaliknya.
Alasan lainnya adalah aku belum sungguh-sungguh bertemu dengan sahabat-sahabatku. Tapi pemahaman juga pandangan Mai perihal masalah ini sudah tak seperti dulu lagi. Ia sudah lelah dengan bersikukuh tetap naïf. Ia sudah bisa menerima kenyataan dan fakta di depan matanya. Masing-masing dari kami toh kini sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Punya dunia yang berbeda. Vocab berbeda. Topik pembicaraan berbeda. Yang paling penting, waktu yang berbeda. Tidak mudah untuk mencari irisannya. Jadi, aku hanya akan berusaha untuk memahami dan menerima bahwa waktu yang akan mengikis semua yang namanya kesolidan, intensitas bertemu, dan sejenisnya. Maka sebelum aku tersiksa dengan yang namanya harapan kepada ekspektasi, lebih baik aku undur diri sekarang. Belajar mengerti bahwa tidak semua hal bisa berjalan sebagaimana yang kita rencanakan, yang kita inginkan. Sudah kubenci diriku yang sempat begitu naïf, terlalu polos. Bahwa kehidupan di luar sana yang sebenarnya tidak “se-serba beres” di penjara hijauku dulu.
*******
Mungkin aku yang tidak bisa mengatur makan sewaktu liburan atau memang kondisi lingkungan. Sebanyak dua kali aku kembali ke Indonesia setelah mencicipi Singapura, sebanyak itu juga aku sakit semasa liburan. Desember lalu aku sempat demam. Sekarang? Komplikasi batuk, pilek karena sebelumnya radang tenggorokan yang juga bikin demam. Lalala~ capek juga batuk, otot perutku sampai suka nyeri di pagi hari karena rentetan batuk di malamnya. Ayahku perokok, dan ia bukan tipikal orang yang mudah menepati janjinya untuk berhenti merokok. Tak tahulah siapa lagi yang sudah dijanjikannya untuk berhenti merokok selain almarhum kakekku dan Pastor CC itu. Belakangan ia merokok juga di dalam rumah. Aku ikutan merokok, perokok pasif maksudnya. Dan kelanjutannya kalian mengerti sendiri. Tidak nyaman -.-“
Dokter Gigi
Janjiku dengan dokter gigi tersisa satu, 30 Juni nanti. Karena tempat praktek dokter gigi itu pindah ke Kelapa Gading, aku yang sudah bisa pergi sendiri sewaktu tempat prakteknya masih di Sunter jadi harus diantar ayah. Ia suke mengeluh, memprotes sistematika pemanggilan pasien, dan sebagainya. Jadi aku mesti bersabar mendengar ocehannya. Pernah karena aku sendiri melihat tumpukan kartu pasien yang akan masuk sebelumku, aku mengajak ayah ke supermarket dekat sana. Jalan-jalan saja, menghabiskan waktu. Kebiasaanku di supermarket adalah menyusurinya dari kanan sampai kiri, termasuk ke bagian yang sebenarnya tak ingin kubeli. Tinggal cepat saja di bagian sana. Well, itu hanya kebiasaan seh. Tidak jelas datang dari mana, lebih absurd lagi alasannya. Nah, waktu itu, aku melewati deretan susu. Gara-gara ada yang bilang konsumsi tablet Kalsium itu tidak baik dan minum susu itu baik. (Yeah, si mantan calon dokter, Felic). Jadinya aku mengambil sekotak susu tinggi kalsium - rendah lemak (sempat juga terpikir, hmm, apa susu diet aja, lol). Ok, akhirnya setelah entah kapan aku minum susu bubuk begini, kucoba juga minum susu.
Ayah juga mengajakku beli es krim. Salah sendiri ia yang menyuruhku memilih. Kupilih Triple Twist : Blueberry, Raspberry, Banana. Setelah makan ia pun bilang, “Ini mah rasa loe neh.” Akhirnya rasa yang bisa ia makan hanya banana plus yang bisa ia tolerir : Raspberry.
*******
Aku masih punya banyak dari 24 judul film yang belum kutonton, hasil menemani mama ke Kota.
Hohoho~ hari-hariku akan penuh dengan drama, beneran drama (=film emo) XD
3 comments :
Iish, ada yang main sebut2 nama orang.. =D
Baru engeh, blm pernah komen di blog kamu..hoho...
Ga dtambahin thu...abis makan eskrim jadi gmana? hoho
5 Days....lalala ~
ih, ada yg g seneng namanya disebut2?
ya uda loh, lain kali ak tlsnya "si bawel" deh, hahaha :D
emanggg, siapa yg sombong skrg? XD
ada yg dah hobi "ngikutin" org di blog nya, tp g prnh koment, lalala~
abis makan es krim ya jadi batuk dx..
lol
2 days... hohoho
noted!!!
si bawel = felic
lalallaa
-guess who-
Post a Comment