Sebelum Kembali

Tak banyak yg kuhabiskan. Yang jelas sebelum kembali ke kota (baiklah, negara seharusnya) Singa itu, aku tak juga sempat menonton di Djakarta Theater. Dulu, aku tak mengerti ketika sebuah iklan sinema diakhiri dengan "Saksikan di bioskop2 kesayangan Anda". Menurutku, apalah bedanya bioskop yang satu dan yang lainnya. Tapi sekarang, aku punya itu, ya, Djakarta Theater. Yang dengan alasan tak begitu jelas kudefinisikan sebagai bioskop paling nyaman. Sudah dua kali aku coba ke sana, tapi ngaret menyebabkan terlalu malam jadwal film di sana. Sebal :(
meski demikian, ada yang kupelajari dari seorang tukang tambal ban, yang mengganti ban motor Ko Paulus akibat suatu hal di daerah Senen yang menyebabkan ban nya kempis.
"Cari duit itu jangan dipaksakan" Dan begitulah, Sherlock Holmes jadi film terakhir yang kutonton di Indo.

Tanggal 5 Januari, aku ada datang ke Sanur, misa Natal. Banyak juga alumni angkatanku datang berkunjung. Aku sendiri dengan yang lain memilih mengelompok. Yang lain maksudnya Tiffany, Stella, Yesi, dan Irene. Saling bertukar cerita soal kampus. Rombongan guru yang menghampiri kami memberi celetukan lucu dari Pak Heru, "Tingginya samaan", sembari menunjuk kami. Rombongan itu - Pak Heru, Pak Robert, dan Pak Agust. Ada senior yang berlalu agak jauh di depanku, namanya Devi, mahasiswi NTU, satu lagi bernama Maureen, yang menunjuk-nunjuk ke arahku, tepatnya, kaus NUS Science Faculty yang kenakan, sembari bicara sesuatu hal ke arah Kak Devi yang kemudian mengarah padaku juga, kausku maksudnya. LOL

Selesai misa itu, kami, kelompok yang tadi kusebutkan dalam hal ini, berkunjung ke kelas XII IPA 2, yang ternyata kelas adiknya Shieron. ada Priscil juga di sana, kawan Yanit, yang sempat satu ekskul Batik denganku. Diajak Bu Surti juga, lalu kami dijamu layaknya tamu, dengan bersahabat, oleh mereka semua. Tertawa sana-sini, bertukar cerita. Dan kunjungan itu diakhiri dengan pamit ke Pak Robert, pamit pulang ke rumah, pamit balik ke SG.
Priscil bilang, "Mai, baju loe ngeri deh."

BENCI PAKAI RING GIGI
di molar belakang bagian atasku, kini dicengkeram ring gigi, yang bikin aku enggan makan. Lebih lagi, suka copot2 sndr.. Huh :(

Packing jadi bagian yang paling tidak kusukai dalam bepergian. Kuselesaikan itu lambat-lambat. Sebal.

Paginya aku bangun dan bergegas.
Terima kasih, Pa, Ma, Kai-Kai (yang sampai membolos sekolah, hehehe), dan Om Djoni untuk mengantarkanku ke bandara.

Jadi, sampai jumpa Indonesia.
Selamat kembali ke Singapura :)

0 comments :