Dua
Jangan tanyakan rasa kepada orang yang bahagia
Mereka cuma tahu rasa manis saja
Namun kue coklat pagi ini tidak begitu terasa
Karena tak ada kamu yang menyapa
Malam yang tertunda dua tahun lamanya
Telah diam-diam menyihir kita berdua
Menjadikan bibir terlena
Memabukkan kepala
Menghanyutkan tawa
Siapa kamu manusia baru yang hadir setelah dua bulan
Yang menghampiri orang kehilangan
Mengapa langkahmu berjalan beriringan
Bersama tangan yang bergandengan
Kita berjanji untuk tidak akan pernah menepati
Kita pergi untuk mengetahui apa yang dicari
Kita melompati apa yang seharusnya mengawali
Dan lantas mengungkit lagi setelah kembali esok hari
Menunggu membawa resah dan gundah
Namun wanita tak mau mengalah
Sedangkan lelaki melakukan yang disenangi
Perasaan orang lain tidak peduli
Tak jujur dengan nampak baik hati
Atau menyayangi diri secara keji
Untuk apa mereka-reka yang tidak ada
Kalau bisa dinikmati dulu saja
Keberadaanmu sebagai kawan untuk berkeliaran
Sejenak waktu menimbulkan kesan sebagai selingan
Secara teori terdengar seperti pelarian
Hanya saja kita menyebutnya sebagai pengisi kegembiraan
Mengapa ia tak pernah mencari
Kenapa diri juga tak mau ditemui
Sebenarnya karena dia - si dua - adalah diriku sendiri
Dan kamu - yang itu - tidak pernah benar-benar hadir di sini
0 comments :
Post a Comment