Mimpi dan Angan

Aku bermimpi dan berangan
Untuk tak sendiri
Untuk bersama yang menemani
Untuk jujur pada diri dan siapa saja tanpa membohongi
Untuk berhenti sakit hati
Karena masa lalu dan tidak dihargai

Sebab meski benar dan melakukan yang seharusnya
Kita tetap harus bertegar jiwa
Nyatanya tetap dituntut untuk berlapang dada
Sebab moral dan tata krama bisa diabaikan sesukanya bagi beberapa
Juga sopan santun tidak selamanya dijunjung dalam tindak tutur kata
Karena manusia tidak ada yang sama
Dan adat serta didikan mereka pada dasarnya berbeda

Berlakulah sesuai yang diajarkan sejak dulu kala
Katakan dalam empat mata
Bawakan orang terdekat lainnya
Atau bawa ia ke depan warga
Biarkan ia merasakan ganjarannya

Jika aku sudah melakukan yang sebisanya
Untuk menyelamatkan dari nista
Untuk mempertahankan martabat dan separuh harga diri Anda
Yang tidak didapatkan dengan cuma-cuma
Seperti yang disebutkan akarnya juga
Bolehlah kamu berbangga serta berbahagia

Aku bermimpi dan berangan selalu
Untuk bisa berdua namun satu
Untuk membuka halaman baru
Tanpa intervensi atau pengganggu
Sebab yang lain hadir tanpa pilihanku atau kamu
Sedangkan aku atau kamu hadir sebagai pilihanmu atau aku

Aku bermimpi untuk bisa mandiri
Untuk bisa pamit berlari dan menjadi tuan di rumah sendiri
Aku berangan untuk jauh dari ketakutan
Untuk bisa percaya kembali akan kenyataan sebenar-benarnya yang di hadapan
Bahwa tak akan lagi kau masuk dalam godaan setan
Juga meletakkanku ke dasar yang terlupakan
Serta berkata dusta dan yang bukan-bukan

Aku bermimpi lantas pergi
Aku berangan lalu mendapatkan
Aku hilang dalam pencarian
Selanjutnya aku menemukan
Juga merelakan

Aku yang dicerca dan dibela sebisanya
Aku yang tak terima dan mencoba membantu sejadinya
Aku yang dengan rasa iba juga mengingat akan status bersama
Mengabaikan yang kudengar sebelum-sebelumnya
Mementingkan apa yang di muka
Kurang menjaga apa yang dipunya

Sayangnya
Mungkin yang kuulurkan tak seharusnya
Karena nyatanya disalurkan untuk orang lain yang dimanja
Atau untuk hal yang bukan utama
Hanya saja tak diketahui oleh yang mencerca
Yang ditekankan malah yang datang jarang saja
Yang tiap tujuh atau 30 hari tidak dihitungnya

Mungkin saja aku harus menutup mata
Supaya aku tak curiga ataupun siaga
Supaya aku tak membantu juga
Mungkin saja aku harus menutup telinga
Supaya aku tak tahu dikatakan apa
Supaya aku tak sakit karena dikambinghitamkan begitu saja
Mungkin saja aku harus menutup mulut
Supaya ribut tak tersulut
Supaya hati terlihat ciut

Dan ketika semua tertutup
Siapakah kita?

0 comments :