1 Jam

Baiklah, aku hanya punya waktu sejam untuk setidaknya menepuk blog-ku sebelum pergi lunch singkat dan ke kantor ICA untuk melengkapi dokumen beserta IPA letter untuk PR application-ku. Yup, dari kabar terakhir yang aku baru saja mulai pendaftarannya di awal April, sekarang aku sudah mendapat lampu hijau buat my soon to be blue IC. Say “YAY!” Dengan ini izin tinggalku di Singapura akan berubah dari 2 menjadi 5 tahun (yang artinya test darah juga 5 tahun sekali. Say “YAY!” again). Dan dengan ini juga, sekian persen dari gajiku akan masuk ke dalam kontribusi CPF (yang detailnya tidak begitu aku pahami secara menyeluruh). Cut the story short, I’m happy to know this :)

Banyak hal yang mewarnai waktu selama aku berpaling dari blog-ku (well, tentunya). Banyak hal yang tidak pernah kubayangkan akan terjadi, ternyata datang dari orang-orang sekitar sendiri. Mungkin saja, sebenarnya aku yang tak begitu mengenal mereka. Lebih dari 10 point yang pernah kutuliskan untuk dibagikan di blog, belum diisikan dengan cerita. Pengalaman ke Bintan, bertemu dengan sanak saudara, “kawan” dan idola baru, serta beberapa event yang didatangi. Namun pelangi tidak datang setelah hari yang benderang. Ia muncul setelah habis hujan.

Di kepalaku sendiri ada hal pelik yang memenuhi. Yang membuatku tidak tahu bagaimana menentukan sikap jika aku adalah orang pertama yang berhubungan dengan hal tersebut. Pedih. Merintih. Karena aku tahu dan tidak bisa berbagi. Kesesakan memenuhi apa yang tidak bisa ditanggung sendiri. Orang bilang kita tidak perlu memikirkan apa yang tidak bisa kita ubah sampai berlarut-larut. Tapi sayangnya, yang tahu belum tentu mengerti dan yang mengerti belum tentu sanggup menjalani.

---

30 menit... (don’t blame me! It’s distraction!)
Setelah sekian lama direncanakan dan besok akhirnya aku bersama 5 teman dari MIB (Micron Indo Boys) akan ke Phuket, kami mendapat berita bahwa kondisi cuaca di Phuket tidak begitu baik. Sebagian dariku menolak untuk percaya. Sebagian berharap adanya mukjizat karena NDP SG Jubilee (yup, memang tidak ada hubungannya kalau dipikir). Sebagian lagi berpikir realistis dengan mulai mencari alternatif kegiatan untuk dikerjakan selagi hujan. Sebagian lagi...bersedih dan menyalahkan diri kenapa tidak memperhitungkan cuaca waktu perencanaan liburan ini.

Di titik ini, aku hanya berharap energi positif yang dipancarkan bisa sungguh menjadikan liburan ini berjalan sesuai rencana. Bisa membuat cuaca cerah dan hati bergembira. Terdengar seperti kisah Disney sebenarnya. Tapi pesimis tidak menjadikan keadaan menjadi lebih baik juga. Apalagi banyak yang bilang pada dasarnya cuaca sekarang di Phuket tidak bisa diprediksi juga secara umum.

Well, let’s pray for the best. Anyway you have a good companion. It’s gonna be fun. It’s gonna be alright. (menenangkan diri sendiri, obviously).

---

15 menit...
Let me pick some points which I can share very quickly:

Pertama, masih ingat ceritaku soal pacar yang menjanjikanku boneka Tsum Tsum? He did it! Sekarang aku bukan Cuma punya satu, tapi dua boneka Tsum Tsum Stitch – ukuran kecil dan sedang. Total semuanya ada 4 karena ada boneka kecil Tsum Tsum Strump dan Stitch Pink (named: Angel – but not so popular, I doubt people know the name, hahaha). Suatu hari kami “terjebak” main lempar koin ke meja licin dengan target-target kecil untuk mendapatkan Tsum Tsum Stitch yang besar. Sayangnya, 10 dolar kami belum berhail mendapatkan untung. Mungkin lain kesempatan jika si Tsum Tsum itu belum punya pemilik, akan kami coba dapatkan lagi hak asuhnya. Hehehe

Kedua, si pacar yang dulu ga suka nonton film horror sekarang sudah berevolusi. Dari yang nontonnya sembunyi-sembunyi di belakang (well, sekarang masih suka gitu sih), udah bisa ngajak nonton film horror sekarang. Yang membuat nonton film horror jadi asyik bareng dia adalah komen-komennya. Kadang bukannya ketakutan bareng, yang ada kami malah komen konyol bersama. Enaknya lagi, ia bisa menenangkanku dengan steady di bagian “horror versi gue”: yang banyak sambit, darah, dan cenderung gory ketimbang horror.

Ketiga, aku dan pacar menemukan dua hal baru yang menarik. Satunya makanan yang sudah ada beberapa lama di Singapura. Cukup popular tapi kami enggan mencoba. Sekalinya coba, esok harinya kami masih makan yang sama. That’s “MALA” – which I believe...asalnya dari Cina. Hal lainnya, game arcade di Timezone yang tidak mengeluarkan tiket. Ko2 berambisi untuk mengalahkan the last boss. Tapi sampai sekarang belum berhasil. Dasar robot gede jahat! The game called “Tank! Tank! Tank!” btw

---

3 menit...
Saatnya aku mengcopy ini dan mengatur formatnya di blog. Jiao~

0 comments :