Putri Cantik

Ia seorang putri kecil
Dan selayaknya putri pada umumnya
Ia manis, ia cantik, tak bosan kupandangi

Kawannya telah jadi salah satu putri terkenal di negeri
Kawannya lain lagi telah jadi salah satu putri pengelana satu negeri
Kawannya yang lebih tua jadi salah satu putri idola senegeri
Mereka membuat nama negerinya menjadi mahsyur di seantero dunia
Ratu dan Raja senang serta bangga
Namun tak lebih besar daripada kasih sayang juga cintanya

Ia putri yang manja
Yang menggenggam payung dengan dua tangan mungilnya
Lalu memainkan itu dengan berputar-putar
Disenderkan gagangnya ke salah satu pundaknya
Tak lama dipindah ke sisi lain

Saudaranya adalah putri tidur yang baru mengenal cinta
Lalu disusahkan namun sekarang sudah belajar susah payah
Kisah sahabatnya bagai putri Fiona yang ditinggal cinta
Karena merasa lebih nyaman sendiri saja
Meski pada akhirnya semua hidup bahagia selamanya

Ia putri yang menarik perhatian
Dengan dua mata nya yang bulat besar seperti purnama bersinar
Yang senyumnya manis membuat bunga bermekaran
Yang pipinya merona menggemaskan
Seperti bicaranya

Paginya ditemani sarapan hangat di atas tempat tidur
Disiapkan dan dihantarkan dengan cara istimewa
Ditemani dengan kelembutan serta kehangatan
Karena ia gemar bersandar
Karena ia senang disayang
Dan ia dapat itu dari banyak orang
Yang memperhatikan dengan baik
Yang memastikan ia baik-baik saja
Yang memberikan ataupun menawarkan apa yang dibutuhkan

Malamnya ditemani pendongeng paling baik sedunia
Yang jika bernyanyi lagu natal, salju turun serta merta
Yang kalau bercerita, menjadi mimpi indah menemani tidurnya

Ia putri yang merdeka
Tutur katanya apa adanya
Ia putri yang sederhana
Tak perlu hal mewah untuk tampak luar biasa

Para putri diceritakan di dongeng dengan anggunnya
Tangguh, dewasa, pemikir, tak ingin diatur, mencintai keluarga
Tak kurang dari dirinya
Apapun yang kau rasa bisa membuatnya patut dikagumi
Dan bagiku, patut dicintai

Lalu sekejap saja ia pergi
Sendiri
Meski sudah diperingatkan
Dengan harapan sepi
Tiada yang pedulikan

Pedih hati ini
Sepi
Tanpa pujaan hati
sang putri

0 comments :