Akhiran
2 Sept 2011
Ketika sayap itu dipatahkan, ia mengaduh kesakitan
Berhadapan dengan ketakutan akan masa depan
Lalu sesaat keinginannya untuk hidup tertahan
Akibat kemungkinan mimpi yang tak terwujudkan
Mengapa dirinya tetap menjadi harapan?
Tempat orang-orang menjadikannya ulasan dan alasan
Dengan Keyakinan bahwa tetap bisa jadi sandaran
Atau mungkin tidak juga tapi nampak demikian
Semua yang di pandangan, semua yang di pangkuan
Seharusnya masih bisa ditanggungkan
Hanya saja kini cuaca mulai memilukan
Tidak ada gunanya kecupan maupun pelukan
Raganya remuk oleh seketuk kelelahan
Jiwanya tandas oleh sejemput kesedihan
Keduanya lebur oleh selilit kekecewaan
Yang jika terlambat, barulah ia ditemukan
Kepada sekawanan dititipkannya senyuman
Lewat sisa kekuatan guna melawan kepedihan
Agar kekhawatiran ditempatkan jadi tawanan
Supaya kepercayaan pada akhirnya terbayarkan
Melalui yang telah ditakdirkan
Sesungguhnya ia sudah menetapkan pilihan
Mati dalam rahmat Tuhan
0 comments :
Post a Comment