Dirimu

Seorang sahabat menginspirasikanku tentang cinta yang terkenang. Yang tak bisa terlupakan. Dan bagaimana dirinya masih mengingat tentang hal lama. Yang sekarang sudah jadi baru. Dan mungkin makin mempesona. Minimal, menarik. Atau setidaknya, mampu memanggil kembali masa-masa ketertarikan dulu.

Kamu memanggilku kawan
Kamu memanggilku dan aku tersipu
Aku memanggilmu "tuan yang dikagumi"
Aku memanggilmu dan kamu tak menggebu
Karena apa yang di hatiku beda dengan di hatimu
Karena apa yang kita rasakan sekarang sudah tak sama lagi
Atau memang tidak pernah sama sebenarnya

Selalu ku bertanya
Kenapa sosokmu sedemikian indahnya
Kenapa kau bisa banyak hal
Termasuk bisa merebut pandanganku
Memporakporandakan atmosfer di rongga dadaku
Hingga aku bertahan untuk sesak nafas tiap dekatmu
Sampai namamu tak pernah hilang dari ingatanku
Dan bayangan dirimu tak juga sirna dari lamunanku

Maka tiap kali kau mencoba mengusikku
Dengan sejentik saja aku jadi tersanjung dibuatnya
Dengan secuplik perhatian dan kata-katamu saja
Tapi sahabatku selalu bilang
Aku dalam angan-angan
Aku pun berkata sendiri,
oh apa yang kurasakan

Bolehkah aku merasa dikecup dan dipelukmu?
Bolehkah aku katakan bahwa aku masih cinta kamu?
Bolehkah aku sampaikan rasa rindu?
Karena rasanya kau tak begitu
Atau malah tak pernah begitu
Semu

Rasanya aku ingin menyalahkanmu karena begitu indah
Tapi kau sendiri tak menyadarinya
Rasanya aku ingin menemukan cacat celahmu
Tapi semakin kumemikirkanmu
Semakin tinggi rasa kagumku
Bagaimana caraku memintamu enyah dari halaman ini?
Kalau nyatanya aku senang kau berada di sini
Kalau rasanya kau seorang terindah yang pernah di hati

Hanya saja aku tak mengerti
Hanya saja aku tak berani
Berekspektasi

Ah
Yang ada di pikiranku memang mesti hilang
Yang ada di hatiku memang harus sirna
Rasanya semua sifat baikmu memang cuma buat satu
Menjadi seorang sahabat yang baik
Cuma
Itu
Saja

Kita memang tidak pernah tahu rasa cinta itu ada. Begitu kita tahu, ia sudah tumbuh menjalar ke seluruh tubuh seperti menginfeksi. Kita memang tidak pernah yakin kalau cinta itu ada. Sampai dinyatakan sejelas-jelasnnya. Kita memang tidak pernah mampu menghilangkannya. Sampai kita benar-benar menyetujuinya.

1 comments :

Anonymous said...

mungkin dia sebenarnya rindu juga pada kamu, tapi merasa tidak bisa menyampaikannya.. :)
beberapa hal bisa diasumsikan, tapi tidak semua asumsi itu pasti benar