Kompensasi

(yang sempat turun, kembali, dan sekarang turun lagi)

Ini soal pengaturan waktu
Dan aku tidak dapat kompensasi sebagai ganti
Bersedia atau tidak, hanya boleh mengangguk
Atau menolak karena sakit hati sudah remuk
Kompensasi dinamakan ganti rugi
Negosiasi
Tidak ada kata itu bagiku
Yang sampai pagi hanya untuknya
Dan aku bukan siapa-siapa
Kekecewaan adalah hasil dari ekspektasi minus realita
Jika bukan nol hasilnya
Aku benci mengetahui
Hal yang mungkin tak seharusnya
Bahwa ia selalu meluangkan menyapa
Bahkan bukan di saat yang seharusnya
Lalu salahkah aku memiliki seorang sahabat?
Yang analoginya sama seperti itu
Bukan dari kelompok sama
Sebab aku sudah lelah menanggungunya sendiri
Jadi aku butuh orang lain yang bisa menghadirkan senyum
Yang tidak membuatku sakit hati melulu
Yang bisa melucu
Yang bisa menawarkan rasa pahit di hatiku
Karena ulahmu

Orang dewasa adalah orang yang tahu waktu. Tahu bagaimana ia harus bersikap, di saat yang tepat. Bukan orang yang mencegah dirinya sendiri melakukan apa-apa karena apa yang harus ia kerjakan, tapi berleha-leha melakukan hal lain seenaknya sendiri. Sebab pengaturan waktu pada akhirnya tidak hanya berurusan dengan diri sendiri, melainkan juga dengan orang lain. Bahkan mungkin, termasuk orang yang tak pernah kau anggap sekalipun.

0 comments :