Kepalaku Sakit

Dan aku pun mulai meracau.

Sakit sungguh. Bukan pusing berputar atau apa. Tapi sakit begitu saja. Yang tidak bisa kudeskripsikan. Aku merasa tidak menjadi tuan yang baik bagi tubuhku sendiri. Tidak bisa merasakan lapar atau kenyang. Tidak tahu jenis sakit dan jelasnya sakit di mana. Aneh betul.

Sakit fisik ini menolak kuberi obat, aku yang menolak maksudnya. Lekat di ingatanku tidak baik sedikit-sedikit menelan obat sakit kepala, resisten katanya. Bak serangga disemprot baygon dengan kadar yang makin meningkat saja istilahnya. Meski...tidak, kakiku tidak berjumlah enam. Malahan aku benci serangga. Oh, termasuk cicak! Walaupun cicak bukan serangga.

Kembali ke masalah obat, aku mengizinkan vitamin untuk masuk kerongkongan. Kupikir, vitamin toh tidak akan bikin resisten. Atau ilmu hayati (=biologi) ku sudah punah dari kepala ini bersama sel-sel otak yang mati karena rasa sakit ini? hahaha XD

Seperti biasa, aku seorang dengan jembatan kondisi fisik dan mental yang sangat kuat menyebabkan jika satu lemah yang lainnya akan menyusul. Begitu juga sekarang. Karena sakit kepala ini, aku jadi super manja. Lalala~ biasanya kan tidak. hm2, sedikit lah kalau aku tak boleh bilang "tidak" Karena tidak ada yang bisa menemani, jadilah aku menemani diriku sendiri dengan blog. Sudah lama juga tak kunjungi, sampai ada komentar yang belum kumoderasi. Hehehe XD

Aku membaca ulang tulisan yang dikomentari itu, ditambah satu lagi di bawahnya. Kudapati diriku yang melankolis melalui uraian kata-kata. Kurasakan melebih-lebihkan yang kurasakan padanya. Namun selesai dengan yang sesungguhnya, tidak ada apa-apa.

---

Saat aku menulis ini, kepalaku sudah kembali jadi penurut pada si empunya. Kembali bandel, menyempat-nyempatkan nonton "Claudia/Jasmine"-sebuah film Indonesia- sambil komentar "Aduh, cute banget, dihukum bareng-bareng." Yeah, emang dasar anak bandel.

Well, well, sekarang sudah mau masuk week 4 (tapi belum juga hapal nama para lecturer-ku, apalagi tutor coba). Banyak yang sudah kulalui. Pembelajaran, fakta menyakitkan, pengalaman menyenangkan, penuh emosi, penatnya kegiatan, dan lain sebagainya.

Perkenalkan : 5 lecturer-ku semester ini.
MA3245-Financial Mathematics : DR Ku Cheng Yeaw. Ia sempat mengajar MA1104-Multivariable Calculus. Jadi ya ok lah :)
ST3131-Regression Analysis : DR Li Jialiang. Aku lebih suka menyebutnya "Si Lenje". Saya tidak mengerti kenapa bisa begitu. Tidak tahan saya dengar suara dan gerakannya, terganggu. Bahkan di satu lecture di mana Jaslyn memperkenalkan mainan iPhone cukur bulu kaki dan pecahin jerawat itu, lecturerku menggaruk ketiaknya sambil bicara perihal statistics. Astaghaa...
ST2132-Mathematical Statistics : ASSOC PROF Lim Tiong Wee. Yang ini pronounciation-nya bagus, badannya juga. Yulinda terpesona sama yang satu ini. Hahaha :D Mercia bilang, "Kalo mukanya dy diganti sm Ng Kah Loon, perfect deh udah."
GEM2507-Physical Questions in Everyday Life : A/P WILLEBOORDSE, HANS FREDERICK. Seperti bisa diliat dari namanya, ia seorang Belanda. Cara mengajarnya seperti narasi, tepat seperti itu juga buku yang ia buat dan jadi compulsory textbook untuk module ini. Aku menamai dia "Papi Fred" LOL,, karena biasanya di film-film gitu kan orang tua membacakan buku dongeng untuk anaknya. Nah, buku karangan dia itu ya seperti buku dongeng :P
GEK1524-Living With Fluid : DR Teo Chiang Juay. Ini lecturer paling jleb-jleb dan blak-blakan kalau bicara. Entah karena latar belakang dia atau apa. Bicaranya cepat dan diulang-ulang. Ekspresif gitu kalau bicara, heboh. Hohoho~

---

Wanita Itu
Cantik itu luka kata orang
Bagiku, cantik itu bisa juga luka bagi orang lain
Ia menyakitkan, lebih parah lagi
Tak berpikir menyakiti orang lain
Sebagai korban ini bicara
Mungkin seperti analogi sebuah pernyataan
Cowok brengsek itu cakep
Ya karena mereka punya modal
Sama saja
Aku jadi benci dibuatnya
Harusnya aku belajar tak naif
Jangan berekspektasi terlalu tinggi
Yang bisa kamu percayai
adalah dirimu sendiri

0 comments :