BBB (Belum Berani Berbagi)
Hari ini ada Cell Group ICy, mungkin karena sudah kelewat nyaman dengan music room R3 yang tengah kami tempati, CG kali ini digabung semuanya, CGLnya Edbert. Kami banyak ngalor-ngidul ke mana-mana dan intermezzo sana-sini dengan "Ciee..." atau "Jangan salah" sampai kami semua sudah ber-err atau ber-zzz beberapa kali. Temanya soal memaafkan. Ada sesi secara bergilir menceritakan kekesalan kita pada seseorang. Aku giliran kesekian. Tapi karena melihat orang-orang sebelumku hanya sekedar skip dan lewat lewat begitu, aku pun tak nyaman dan ikut berkata "skip" saja. Hanya Howard yang bercerita soal betapa kesalnya ia dengan ayahnya yang membuang kucing hasil pungutan dari mana tak lupa.
Maaf, bukan apa, aku hanya jadi tak nyaman. Belum ada cukup ikatan kurasa, dan suasana yang terbangun juga terbentuk tidka cukup menarikku untuk berkesah dengan bebas terbuka. Ada batas, ada garis, aku tak boleh melangkahi. Aku belum cukup merasa nyaman berbagi cerita dengan komunitasku yang satu itu. Bukan mengapa, mungkin belum waktunya. Itu saja. Lagipula aku tak mau makin banyak dan bertambah saja orang yang tahu soal komplksitas pikiranku. Aku sudah cukup aneh untuk menanggungnya sendiri.
*ini bisa saja titik balik, saat aku tahu bahwa orang yang selama ini kutanggungkan rasa sakit hati, kini mulai menghargai eksistensiku. Ego nya mulai melemah. Begitu juga aku. Terima kasih atas pertolongan kasih-Mu, Tuhan. Soal jiwa besar-Mu, yang menolong kami, sampai maaf biar tak terucap tapi telah mengalir.*
***
Ada beberapa cara untuk mengampuni : Tidur (biarkan pikiran beristirahat jadi hati bisa tenang), doa (ceritakan apa yang kau rasakan, refleksi (apakah ia sungguh salah), share (bagikan dan ceritakan, akan jadi lebih melegakan), terakhir : sakramen tobat
***
Kamis, 8 Oktober 2009
Hongbin memperoleh gaji pertamanya, ia senang sekali dan ingin mentraktir orang. Kemudian ia mencari teman baiknya yang berulang tahun di Jumat dan aku. Kami makan siang di sebuah restoran bernama Pork Ribs kalau tak salah di IMM, ah, entahlah, aku tak tahu. Hahaha :D Ia memastikan aku halal makan daging tersebut. Err, aku memang Indonesia, tapi Katholik kog. Usai makan, kami ke Science Park. Semacam PP IPTEK-nya Indonesia. Tapi jelas jauh lebih hebat alat peraganya, lebih beragam dan lebih "wah". Ada juga Snow City, sebuah ruang bersuhu -7.5 derajat Celcius. Di sana bisa berseluncur, layaknya anak TK yang bermain perosotan. Tapi perosotan ini dibentuk dari es. Wew
***
Ulang tahun OGL selalu ramai.
PINUS gemar punya kebiasaan membelikan kue untuk yang berulang tahun. Kali ini, Cuz gilirannya, ia OGL. Jika kau lihat siapa saja yang datang, kau akan pikir ia adalah orang yang populer. Ramai sekali. Dan nampaknya hal itu berlaku untuk OGL yang lain. Hari itu Aldrian ulang tahun juga. Ada yang berbeda hari itu, kue nya adalah kue bulan yang ditiup bersama oleh mereka. First cake Aldrian adalah Mercia, biasa saja, tak ada yang menghebohkan. First Cake Cuz adalah Helen, orang-orang di sana yang memaksa dan mengarahkan serta membujuk. Tidak ada apa-apa, kata Marlyna, hanya saja kebiasaan nomer satu PINUS : ceng-cengin orang. Itu saja. Ckckck. -.-"
Lalu, perayaan yang sebenarnya pun tengah dilanjutkan di tempat lain dengan tiada diketahui.
0 comments :
Post a Comment